class='container'> Langsung ke konten utama

Pantun romantis

Pantun romantis

 Berikut adalah beberapa pantun romantis yang bisa kamu gunakan untuk pasangan, mulai dari yang manis sampai yang sedikit gombal:

1. Pantun Manis & Menyentuh




Burung dara terbang melayang,

Hinggap sebentar di pohon jati.

Selamat pagi wahai sayang,

Kamulah satu-satunya pemilik hati.

2. Pantun Setia



Ke pasar baru membeli kain,

Kain biru bungkusnya rapi.

Tak akan aku cari yang lain,

Hanya kamu yang ada di mimpi.

3. Pantun Gombal Lucu



Minum jamu di hari Selasa,

Jamu pahit bikin lidah kelu.

Aku bukan orang yang perkasa,

Tapi aku sanggup menjagamu selalu.

4. Pantun Bikin Baper



Kayu dibakar jadi arang,

Bunga mawar tumbuh di taman.

Dulu aku jarang sembahyang,

Sekarang rajin demi minta jodoh idaman (yaitu kamu).

5. Pantun Singkat (2 Baris)



Satu titik di atas buku,

Hanya kamu di hatiku.

Ikan hiu makan tomat,

I love you so much!


Tips Tambahan:

Pantun akan terasa lebih romantis jika disampaikan di waktu yang tepat, misalnya saat sedang santai atau sebagai pesan penutup sebelum tidur.

Postingan populer dari blog ini

8 puisi cinta romantis untuk menyambut Tahun Baru bersama pasangan

  Berikut adalah 8 puisi cinta romantis untuk menyambut Tahun Baru bersama pasangan: 1. Bab Baru, Buku yang Sama Tahun baru hanyalah sebuah halaman kosong yang menunggu, namun aku tak butuh cerita baru yang asing bagiku. Aku hanya ingin melanjutkan bab demi bab bersamamu, dalam buku yang sama, dengan cinta yang kian menderu. 2. Resolusi Tunggal Orang-orang sibuk menulis daftar keinginan yang panjang, tentang harta, tahta, atau mimpi yang menjulang. Bagiku, resolusiku tetaplah satu dan tak akan hilang: menjagamu tetap bahagia dan membuatmu merasa pulang. 3. Di Antara Kembang Api Langit malam ini meledak dengan warna-warni cahaya, sorak-sorai dunia merayakan waktu yang berganti rupa. Namun di tengah riuh, aku hanya menatap matamu yang setia, sebab kaulah kembang api tercantik yang pernah ada. 4. Melampaui Angka Kalender mungkin akan diganti dengan yang baru, angka tahun pun bertambah satu per satu. Namun satu hal yang tak akan lekang oleh waktu, adalah caraku mencintaimu, har...

Di Antara Detak dan Doa

  Tentu, ini adalah sebuah puisi cinta yang ditulis khusus untuk menggambarkan kedalaman perasaan dan keindahan sebuah ikatan. Di Antara Detak dan Doa Di dalam matamu, aku menemukan rumah, Bukan sekadar tempat untuk berteduh dari resah, Tapi sebuah muara di mana semua rindu menyerah, Dan segala lelah seketika berubah menjadi indah. Kita adalah dua baris kalimat yang tak sengaja bertemu, Ditulis oleh semesta di atas lembar waktu. Tak perlu banyak kata untuk mengerti mauku, Cukup jemari yang bertaut, aku tahu kau milikku. Cinta ini bukan tentang siapa yang paling sempurna, Tapi tentang bagaimana kita tetap tinggal saat dunia meronta. Seperti langit yang tak pernah meninggalkan warna, Aku ingin menjagamu, hingga kita menua dalam makna. Terima kasih telah menjadi alasan di balik senyum pagi, Menjadi tujuan ke mana pun langkah ini akan pergi. Di antara detak jantung dan doa yang kupanjat sunyi, Namamu adalah satu-satunya yang abadi. Ingin sesuatu yang lebih spesifik? Puisi di atas bersi...

3 puisi cinta romantis

  Tentu, ini adalah beberapa puisi cinta dengan nuansa yang berbeda. Kamu bisa memilih mana yang paling mewakili perasaanmu saat ini: 1. Tentang Kehadiran yang Menenangkan (Cocok untuk seseorang yang menjadi "rumah" bagimu) Rumah di Matamu Di antara bising dunia yang menderu, Aku menemukan sunyi yang paling merdu; Yaitu saat menatap dalam bola matamu, Tempat segala lelahku menjadi debu. Kau bukan sekadar tempatku singgah, Tapi pelabuhan saat ombak sedang gundah. Tak perlu janji setinggi langit yang megah, Cukup genggam tanganku, agar langkah tak lagi patah. 2. Tentang Cinta yang Tak Lekang Waktu (Cocok untuk hubungan jangka panjang atau komitmen) Mencintaimu Sederhana Aku mencintaimu dengan cara yang paling purba, Tanpa syarat, tanpa kata-kata yang dilebih-lebihkan. Seperti bumi yang tak pernah bosan memeluk akar, Atau senja yang selalu setia menunggu malam berpijar. Biarlah waktu menua pada kalender yang usang, Namun kasihku padamu tetaplah terang. Sebab bagiku, setiap detik...